Senin, 08 Juni 2015

LPJ KETUM HMI KOMISARIAT SOSPOL UNIDAYAN



I. Pendahuluan.
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Tiada ucapan yang paling mulia untuk memulai laporan ini selain ungkapan rasa syukur yang tak terhingga atas kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya kepada kita sekalian, sehingga masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul dan menjalin silaturahmi dalam suasana kekeluargaan yang selalu bernafaskan islam untuk membahas agenda-agenda keumatan didalam forum yang terhormat dalam rapat Anggota Komisarit SOSPOL Unidayan Cabang Baubau yang ke-II.

Sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Allah Muhhamad s.a.w beserta keluarga dan para sahabatnya  yang mengantarkan alam ini dari masa jahilyah hingga mewariskan kepada kita jalan keselamatan berupa pedoman dan tuntunan yang sempurnah bagi kehidupan dunia dan akhirat. Semoga kita sekalian selalu merindukannya dan diperjumpakan di kemudian hari kelak. Amin Ya Rabbal Alamin.

Saudara-saudaraku peserta sidang yang terhormat..
Satu periode kepengurusan yang terbilang singkat ini, ungkapan terima kasih kepada seluruh teman-teman atas semangat yang bergelora dari tiap-tiap pengurus untuk saling berhimpun,membangun demi eksistensi keberadaan komisariat Sospol yang kita cintai. Langkah demi langkah telah coba kami jejakan, dari rangkulan tangan yang saling bergenggaman erat diantara kita sekalian, namun tak terasa ternyata masa kepungurusan lama sebentar lagi akan berkahir dan akan dilanjtukan bagi pengurusan yang baru kedepannya. Perjuangan selama ini memang terlihat sederhana namun menurut kami ini merupakan sebuah amanah yang sangat besar, sebab menjaga nama baik lembaga yang telah membesarkan kita sekalian di bendera Hijau Hitam Komisariat Sospol Unidayan. Hal ini dikarenakan komisariat ini baru dapat berdiri pada tahun 2013 yang lalu dan alhamdulillah kita sebagai kepengurusan pertama komisariat ini dapat mempertahankan perjuangan para senior yang begitu panjang menghadapi dinamika politik demi melahirkan komisariat pada tahun 2008 yang lalu. Meski demikian  kami pun tak mengellakan begitu banyak pula kekurangan-kekurangan yang kami goreskan dalam mengemban amanah sebagai pengurus selama ini.

Saudara-saudara sekalian peserta sidang yang terhormat...
Kejujuran dan ketulusan hati untuk berintropeksi diri secara objektif menjadi suatu kemestian agar forum yang mulia ini benar-benar dapat menjadi langkah awal untuk merangkai masa depan yang gemilang. Forum RAK merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi untuk menentukan proses jalannya organisasi yang kita cintai ini. seuntai harapan pada kita semua agar evaluasi dan proyeksi nantinya dapat dihasilkan dari sebuah pemikiran yang cerdas, serta dengan hati yang bernurani, kerena semuanya hanya semata-mata untuk himpunan mahasiswa islam, bukan siapa-siapa.

Pada saat inilah harapan untuk lebih serius memperbaiki HMI khususnya komisariat Sospol Unidayan di uji dengan segala sistem untuk memperbaiki secara legal formal perlu dilakukan dalam forum RAK. Dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, perkenankan kami menyampaikan laporan pertanggung jawaban dari amanah yang kami emban selama satu periode kepengurusan dengan sistematika sebagai berikut:

I.         Pendahuluan
II.      Kondisi Objektif
III.   Evaluasi dan Proyeksi
IV.   Laporan Hasil Kegiatan
V.      Penutup

Adapaun beberapa pelaksanaa program kerja yang sudah kami jalankan terlampir dalam laporan pertanggung jawaban ini. Dengan pengharapan yang begitu tinggi semoga segala kekurangan yang kami jalankan selama ini dapat di perbaiki lebih baik lagi oleh pengurus komisariat yang baru nantinya jika telah terpilih. Segala kelemahan dan kekurangan kami tentunya harus dikubur dalam-dalam. Apabila ada kelebihan mapun manfaat dari segala aktifitas yang kami jalankan selama ini kiranya dapat mengacu bagi pengurus kedepannya untuk lebih baik lagi.

II. KONDISI OBJEKTIF
Kondisi Internal.
Ada sebercik asa yang sempat menghinggapi kepengurusan kami selaku Komisariat yang baru di lahirkan belum lama ini. Ibarat bayi, kami berusaha untuk bisa berjalan seimbang seperti komisariat yang terlebih dahulu didirikan. Dengan segala usaha yang begitu keras, alhamdulillah komisariat sospol dapat beridiri dan berjalan dengan baik, meskipun demikian belum dapat berlari untuk mengejar komisariat lainnya yang telah banyak melahirkan kader. Sebab selama kepengurusan saat ini kami sekalian berusaha menjadi penyimbang untuk bisa berdiri bersama-sama dengan komisariat lainnya dengan menjalankan sepenuhnya program kerja kepengurusan. Sehingga kami lebih banyak fokus menunjukan eksistensi dengan berbagai kegiatan kemayarakatan sehingga aktifitas pengkaderan melalui perekrutan anggota sedikit dijalankan. Oleh karenanya penambahan jumlah kader kurang begitu signifikan meningkat, akan tetapi bukan berarti tidk ada dan tidak dilaksanakan.

Sikap asa itu kemudian semakin dipertambah saat presidium lain dalam Komisariat Sospol Unidayan mendapatkan amanah tambahan saat mengemban jabatan di luar lembaga ini untuk menjaga mission secret HMI menghijau hitamkan kampus. Sala satu pengurus itu dinataranya saudara Sunar Diayansa menjabat sebagai Ketua BEM Sospol, Arman Zukuri sebagai Ketua HMPS Administrasi Negara Sospol Unidayan. Namun dengan suatu etikad yang begitu besar, sehingga tantangan dan beberapa tantangan yan kami hadapi dapat di selesaikan satu persatu meskipun kadang berjalan tersendat-sendat. Hingga kewajiban yang seminimal mungkin dapat kami jalankan, demi mengayuh roda organisasi Komisariat Sospol unidayan tetap berjalan.

Kondisi Eksternal
Sebagai organisasi dikenal oleh banyak orang tentunya begitu banyak tantangan dari luar yang dihadapi oleh HMI Komisariat Sospol Unidayan. Dengan begitu banyaknya lembaga eksternal kemahasiswaan yang lain, nuansa berbeda dihadapi oleh komisariat ini untuk dapat bersaing. Nuanasa persaingan itu dapat dirasakan melalui prestasi akademik, maupun akhlak yang di distribusikan oleh kader masih rendah dibanding dengan lembaga islam lainnya. Posisi ini tentunya dapat mengurangi penilaian setiap orang maupun secara kelembagaan Fakultas Sospol Unidayan terhadap lembaga ini. Sehingga dapat berimplikasi terdapap kurangnya kepercayaan dari senior. Baik yang berada didalam maupun diuar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik untuk selalu mendukung secara materi maupun non materi demi menjaga eksistensi HMI menjadi melemah.

III. EVALUASI DAN PROYEKSI
Bercermin dari kepengurusan periode ini, maka ada beberapa hal penting yang patut menjdi perhatian kita bersama sebagai bahan evaluasi dan proyeksi untuk dapat dilakasnakan bagi kepengurusan berikutnya.

Pertama, harus ada peneguhan hati (komitmen) untuk benar-benar membulatkan tekad dan terus menjaga api gelora semangat anggota maupun pengurus kedepan untuk lebih opimal menghasilkan kinerja-kinerja komisariat yang lebih baik lagi.

Ke-dua, layaknya sebagai organisasi kemahasiswaan maka semestinya seluruh pengurus inti maupun anggota lainnya harus memperbaiki tradisi intelektual (membaca & diskusi), serta kedisiplinan dan akhalak  harus di benahi kembali. Karena kader Hmi ketika berada di tengah-tengah mahasiswa dipandang sebagai mahasiswa yang tidak religius,sekuler, dan bahkan cenderung liberal.

Ke-tiga, pemahaman seluruh kader tentang substansi Mission HMI harus di permantap kembali. Harapannya gerak kader tidak boleh statis dibentengi oleh dinding sekretariat semata mempertahankan intelektual. Intelektual juga penting tetapi misi keumatan dan kebangsaan harus diperhatikan. Wacana dan isu sosial juga patut untuk di kaji, dibahas,dan di tuntaskan bersama. Sebab tidak dapat dipungkiri saat ini orang yang di anggap cerdas di HMI yaitu mereka yang ahli berfilsafat, sementara diluar dari pada itu dipandang tidak cerdas.

IV. LAPORAN HASIL KEGIATAN
Adapun capaian Kinerja HMI komisairat SOSPOL Unidayan periode 2013-2014 saat ini dapat dilihat melalui program kerja pengurus yang telah diselesaikan. Ada 5 (Lima) point program yang disusun yaitu :

1.    Melaksanakan Basic Training (BASTRA).
2.    Melaksanakan kajian.
3.    Melaksanakan kegiatan – kegiatan sosial.
4.    Melaksanakan perayaan hari – hari besar Islam.
5.    Melaksanakan follow up materi  (Bastra)

Kami menyadari bahwa dengan segala usaha dan keterbatasan yang kami miliki, dari sekian program kerja tersebut tidak sepenuhnya 100% dapat di selesaikan. Dari ke-enam program kerja yang telah disediahkan, ada 1 point yang belum dapat dijalankan pada periode kepengurusan saat ini. Rata-rata presentase kinerja saat ini yaitu sebesar 80% (persen). Adapun beberapa program yang dapat dijalankan diantaranya sebagai berikut.

1. Melaksanakan Basic Training
Sebagai organisasi pengkaderan, sebagai pengurus perdana HMI Komisariat Sospol Unidayan pada peridoe ini telah menyelesaikan 2 (dua) kali basic training HMI.
Bastra Pertama, di selenggarakan pada tanggal 22 Rabiul Awal 1435 H bertepatan dengan tanggal 24 Januari 2014 M dengan tema Menyemaikan “NDP Hmi sebagai dasar gerak kader”. Basic perdana ini di ikuti oleh 25 peserta dan yang menyelesaiakan training sebanyak 18 orang oleh berbagai fakultas internal maupun eksternal unidayan. Untuk internal fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu yang menyelesaikan trianing ini yaitu sebanyak 7 orang.
Bastra Kedua,diselenggarakan pada tanggal 27 Jumadil Akhir 1436 H atau bertepatan pada tanggal 16 April 2015 M dengan tema “Internalisasi Konstitusi HMI dalam membentuk Kualitas Insan Cita”. Basic angkatan ke-dua ini di ikuti oleh 16 peserta dan yang dapat menyelesaikan training sebanyak 7 orang.

2. Melaksanakan Kajian
Dalam upaya peningkatan kualitas dan pemahaman anggota, kajian-kajian non formal dilakukan juga oleh pengurus terutama terkait tentang Ke-HMI-an, dan fenomena sosial yang terjadi di lingkup Kota Baubau.

3. Pelaksanaan Hari-Hari Besar Islam
Sebagai organisasi yang berasaskan islam, selama kepengurusan perdana HMI Komisariat Sospol Unidayan telah melaksanakan 2 kali kegiatan perayaan hari besar agama islam. Adapun kegiatan itu dinataranya yaitu :
Pertama, mempringati Maulid Nabi bersama anak yatim Piyatu di Masjid Panti Asuhan Muslimin Kota Baubau Betoambari dengan tema “Makna Maulid Dalam Membentuk Nilai Profetik Pada Perjuangan Pemuda Masa Kini”. kegiatan ini di ikuti oleh beberapa Komisariat, Osis Se-Kota Baubau, dan lembaga kemahasiswaan Se-Unidayan dan organisasi lainnya. Pada kesempatan kegiata ini dibuka oleh Kabid Pemberdayaan Umat Pengurus HMI Cabang Baubau oleh Kanda La Ode Sakiyudin serta di pandu oleh Kanda Laode Ibrahim,S.Pdi selaku narasumber.

Kedua, Buka puasa bersama anak yatim piyatu bertempat di Warung Kopi Mangga Dua Kelurahan Batulo. Kegiatan ini di hadiri juga oleh beberapa Alumni dan komisariat Cabang Baubau serta di pandu oleh Ustadz Majid Nene selaku pembawa cerama. Pada kegiatan ini juga pengurus memberikan santunan kepada anak yatim yang semoga amal ibadah seluruh kader HMI dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini bertema “Merajut Keceriaan bersama menyabut Bulan Suci Ramdhan” dengan tujuan membentuk ukhwa islamiya antar sesama kader dan umat islam lainnya.

4. Melaksanakan Follow Up Materi Basi
Kami menyadari bahwa pelaksanaan follow up materi basic training kepada peserta tidak berjalan sebagaimana yang dininginkan. Akan tetapi beberapa kesempatan selama periode kali ini kegiata follow up materi juga dilakasanakan pasca basic training selesai. 

Selain kegiatan yang dilakukan sesuai dengan program kerja yang pernah dilaksanakan, Komisariat Sospol juga sempat mengelaurkan beberapa 6 Jurnal Hijau Hitam setiap minggunya. Jurnal ini berguna dalam rangka promoasi serta memberikan informasi yang insya Allah dapat bermanfaat bagi pembaca dalam menjaga wacana intelektual HMI. 

(Peringatan Maulid Nabi Bersama Anaka Yatm Piyatu)

(Sambutan Kabid PU Cab.Baubau Peringatan Maulid)

(Pemberian Santunan Kepada Pengurus Masjid Panti Asuhan)

(Pembukaan Bastra Ke-II Komisariat Sospol Unidayan)

(Penyerahan Nama Peserta Bastra Dari Ketum Ke MOT)

(Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piyatu)

(Jurnal Hijau Hitam Komisariat Sospo Unidayan)

(Saat Pelantikan Pengurus Komisariat Sospol 2013-2014)

V. PENUTUP
Demikianlah laporan kerja ini kami sampaikan, dengan harapan dalam forum yang muliah ini dapat dibangun sebuah formulasi perbaikan yang komprehensif. Kami sangat yakin dari rahim forum ini akan lahir ide-ide cerdas. Akhirnya dengan segala kerendahan hati kami mohon masukan dari seluruh kader agar kedepannya kita bisa memperbaiki diri masing-masing demi Komisariat Sospol Unidayan tercinta. Atas perhatian dan partisipasi teman-teman kami ucapkan terima kasih. Dengan rasa yang paling tulus dan ikhlas kami memhon ma’af atas segala kekurangan,kesalahan, kelalaian selama kami mengenggam amanah dalam periode kali ini. Akhirnya sebagai kata penutup, ada pepatah bijak yang perlu kita pegang bahwa, Tidak Perlu Hebat Untuk Berbuat, Tetapi Berbuatlah Untuk Menjadi Hebat.

Bilahhitaufik Walhidayah 
Wassalamu Alaikum Wr.Wb

                                                                       Baubau, 13  Sya’ban 1436  H
                                                                            31  Mei       2015 M

YAKIN USAHA SAMPAI..

 HORMATKU

SYAHRIL.H
KETUA UMUM/DEMISIONER

 

Selasa, 26 Mei 2015

PRESTASI DAN KINERJA PEMKOT BAUBAU BERBANDING TERBALIK



Sejak awal, pemerintahan Kota Baubau dibawah kepemimpinan H. AS Tamrin selalu menjadi bahan perbincangan. Tak dapat dipungkiri hampir disetiap lini kehidupan masyarakat baik dijalanan, pasar, lorong dan lainnya selalu membahas gaya kepemimpinan yang dimilikinya. Memang gaya kepemimpinannya terlihat sederhana, namun kesederhanaan yang itu pula telah membunuh sikap ketegasannya. Belum lagi membahas kinerja yang dilakukan selama ini dinilai belum memberikan kontribusi yang pasti terhadap kelangsungan masa depan Kota Baubau. Pemerintahan Tampil-Mesra terlihat lamban dalam menjalankan fungsinya, khususnya berkaitan dalam memberikan pelayanan jasa maupun menunjang fasilitas bagi masyarakat. Memang sering kita mendengar prestasi yang sudah disebutkan oleh pemerintah saat ini, hanya saja prestasi itu tidak sebanding dengan kinerja yang telah dicapai oleh pemerintah Kota Baubau.

Memasuki tahun ke-dua pemerintahan Tampil Mesra pada tahun 2014 yang lalu, tercatat ada 22 prestasi yang di torehkan oleh pemerintah Kota Baubau. Disisi lain juga pada tahun yang sama mendapat predikat yang bobrok oleh Kementrian Dalam Negeri RI. Sejumlah prestasi itu diraih mulai dari tingkat daerah, nasional muapun manca negara. Diantara prestasi yang diraih Kota Baubau dalam ajang tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara antara lain, juara Umum Jambore PKK 2014, juara 1 KB Kesehatan dan sebagainya. Untuk tingkat nasional, juara 1 perpustakaan kelurahan, pemilihan guru berprestasi, paskibraka, serta menjadi duta nasional lingkungan sehat sanitasi total berbasis masyarakat. Sementara prestasi mancanegara, Kota Baubau menjadi anggota Global Social Economy Forum mewakili Indonesia dan sebagainya (Baca ButonPos:31/12/2014). Akan tetapi benarkah prestasi itu memang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

Apakah dari prestasi yang didapat ini berdampak langsung di rasakan oleh masyarakat.? Seberapah pentingkah prestasi ini seolah menjadi hal yang fantastis di capai oleh pemerintahan Tampil Mesra.? Apakah prestasi ini telah menunjukan kinerja yang baik oleh pemerintah Kota Baubau? Tentu tidak, lagi pula prestasi yang didapat tidak semua berdasarkan hasil kinerja pemerintahaan kali ini, melainkan juga pengaruh dari estafet pemerintahan yang sudah disusun sebelumnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat hasil evaluasi Kemendagri yang dirilis pada 24 April 2014 yang lalu. Dari 91 Kota di Indonesia, kinerja pemerintah Kota Baubau berada pada peringkat paling terendah se-Indonesia. Dengan demikian prestasi yang dicapai tersebut berbanding terbalik dengan kinerja yang sudah dilakukan selama ini. Tidak hanya di atas kertas seperti prestasi yang di banggakan oleh pemerintah, penilaian kinerja tersebut realitanya juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang mulai resah terhadap kinerja pemerintah. Informasi ini memang sangat mengecewakan tetapi penting untuk menjadi bahan pertimbangan walikota Baubau untuk bersikap lebih tegas lagi.

Ada tiga hal yang menjadi variabel penilaian itu, yaitu Laporan Penyelenggaran pemerintahan Daerah (LPPD). Kemudian laporan keterangan dan pertanggungjawaban kepala daerah (LKPJ), dan informasi laporan penyelenggaran pemerintahan daerah (ILPPD). Sumber informasi yang menjadi indikator penilaian ini tentu di peroleh berdasarkan dari hasil pelaporan yang akurat serta jelas untuk di pertanggungjawabkan. Penilain tersebut dilihat melalui indikator kinerja kunci (IKK) yang berfungsi sebagai alat ukur utama yang mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Secara tekhnis indeks capaian kinerja dilihat melalui indikator kunci tersebut diatur pada PP.No.06 tahun 2008 maupun KEPMENDAGRI No.73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Secara umum ada 2 aspek yang dapat dilihat yaitu: berkaitan tentang Pengambilan Kebijakan dan pelaksanaan Kebijakan. Dari kedua aspek ini saja, ketika melihat kebijakan yang diambil oleh pemerintahan H.AS.Tamrin secara empirik memang masih jauh dari harapan.


Berkaitan dengan hal ini Walikota harus mengambil langkah lebih cepat untuk menyikapi problem yang di hadapi oleh Pemeriintah Kota Baubau. Kualitas kinerja penyelenggaran pemerintahan daerah tergantung dari kualitas yang dimiliki oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang di miliki Pemkot Baubau. Karena sesungguhnya yang bertanggung jawab atas pelaksanaan urusan pemerintahan daerah adalah SKPD sebab mereka yang menjabarkan mimpi sang Walikota sesuai dengan Visi Misinya melalui rencana kerja yang akan disusun. Tetapi bukan berarti Walikota tidak memliki peran didalamnya, selaku pimpinan berhak untuk mengontrol dan mengevaluasi masing-masing Dinas. Oleh karenanya melihat kinerja yang rendah seperti ini langah utama yang harus dilakukan yaitu langsung menyikapi kepada setiap dinas yang tidak becus dalam bekerja. Tidak perlu terlalu banyak curhat/mengeluh di setiap pertemuan maupun dalam media cetak.

Menurut Prof Tjipta Lesama curhat merupakan cara komunikasi yang salah bila dilakukan terus menerus oleh kepala pemerintahan. Sering curhat hanya akan menimbulkan sikap antipatik dari masyarakat kepada pemimimpinya. Sudah terlalu sering kita mendengar Walikota akan memberikan warning, teguran, sanksi dan yang lainya. Akan tetapi pernyataan itu seolah politis dan tidak pernah di jalankan secara serius. Walikota Baubau seolah tidak tegas dalam mengamputasi bagi setiap kepala SKPD yang tidak kompetibel jika dibandingkan dengan tahun pertama kepemimpinannya yang sangat berani memutasi, mengangkat dan memberhentikan para pegawai meski sangat kontroversi dan melanggar aturan. Prestasi yang dicapai selama ini tidak sesuai dengan realita kinerja pemerintahan Tampil-Mesra yang tidak pernah melakukan terobosan baru. Jika hal ini terus di biarkan begitu saja, maka sudah pasti kondisi Kota baubau yang tadinya sudah mantap malah akan semakin merosot.

Selasa, 19 Mei 2015

MAHASISWA UNIDAYAN BERSUARA



Akhir-akhir ini suasana kampus Unidayan ramai diwarnai aksi unjuk rasa oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Mahasiswa Unidayan Bersatu. Setelah sekian lama fakum, sikap kritis ini kembali terlihat akibat kebijakan Rektorat dalam menaikan biaya SPP tahun ajaran 2015/2016. Untuk yang ke sekian kalinya, aksi dilakukan atas mosi ketidak percayaan mahasiswa kepada pihak rektorat yang terkesan tidak terbuka terkait pengelolaan keuangan kampus. Tercatat sudah empat kali aksi unjuk rasa dilakukan untuk meminta pertanggunjawaban terkait persoalan ini. Aksi yang berlangsung terus menereus ini terjadi disebabkan oleh sikap rektorat yang enggan menemui para demonstran.


Selasa/19 Mei 2015 kabut asap kembali memenuhi Kampus Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau. Dalam demonstrasi kali ini mahasiswa melakukan pemboikotan serta membakar ban dan kursi bekas sebagai bentuk kekesalan mahasiswa yang menganggap pihak rektorat terkesan tuli, dan buta untuk duduk bersama membahas persoalan ini. Seminggu sejak aksi ini dilakukan, tidak ada sedikitpun kesadaran maupun kepedulian pihak kampus untuk menanggapi tuntutan yang mereka sampaikan. Hanya pemimpin yang tuli dan mati rasa ketika masyarakatnya harus berteriak terlebih dahulu setelah itu baru berfikir utntuk mengatasi permasalahannya. Sehingga Slogan Akhlak dan Budaya hanya menjadi sebuah rangkaian kata indah yang abstrak dan tidak akan pernah terwujud jika pemimpinnya saja menunjukan sikap seperti ini. Adapun aksi mahasiswa yang terkesan tidak berbudaya seperti yang terjadi di unidayan saat ini tentunya tidak luput dari cerminan sikap para pemimpinnya, ungkap Dafid perwakilan BEM FKM Unidayan dalam menyampaikan orasinya.

Bagi mereka tidak ada sebuah kata maupun sikap yang paling baik untuk melawan pemimpin yang tidak bijak melainkan dengan cacian dan cara keras. Didalam pemikiran mereka hanya ada satu pesan yang tersirat menjadi semangat perjuangannya, bahwa melawan ketidakbenaran merupakan salah satu bentuk kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Merekapun menyadari bahwa setiap kehidupan pasti ada pro kontra, namun tidak ada niatan lain dari aksi ini melainkan semata-mata untuk menyadarkan kembali pihak rektorat agar lebih peka dan peduli terhadap mahasiswa. Pasalnya pembangunan Univesitas yang tertua di Sulawesi Tenggara ini terkesan lambat jika dibandingkan dengan kampus-kampus baru di Kota Baubau.


Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) tidak menjadi soal untuk terus dinaikan jika demi memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi pertanggungjawabanya juga harus jelas. Tentunya hal yang dapat dipertanggungjawabkan tidak bisa terpisahkan dan diwali oleh sikap yang transparan, dan inilah yang menjadi bagian dari tuntutan mereka. Kenaikan biaya ini kembali membuka kembali ingatan mahasiswa maupun masyarakat Kota Baubau dengan janji SPP gratis yang di hembuskan saat Unidayan dijadikan sebagai mesin politik 2012 yang lalu. Selain itu dalam perspektif mahasiwa bahwa kebijakan menaikan biaya SPP hanyalah sebuah skenario untuk menjadikan lembaga pendidikan sebagai lahan komersial. Perspektif ini kemudian timbul karena setelah menakar biaya yang setiap tahunnya dinaikan akan tetapi tidak sesuai dengan pengembangan kualitas pembelajaran di Unidayan.

Ruangan belajar, laboratorium, perpustakaan maupun fasilitias lainnya masih sangat langkah di jumpai jika dibandingkan dengan perguruan lain. Selain itu lembaga kemahasiswaan juga beranggapan masih sangat kurang mendapat perhatian oleh pihak rektorat. kegiatan kemahasiswaan selalu di kebiri sehingga membatasi ruang aktualisasi dan jiwa kreatif mahasiswa. Belum lagi sumbangan lain yang dibebankan mahasiswa ketika mengurus perkuliahan di fakultas masih sering dijumpai. Sehingga alasan karena tidak adanya bantuan dari universitas menguatkan asumsi mereka bahwa dalam pengelolaan keuangan tidak transparan.

Dinamika ini jika di biarkan terus menerus tentu dapat menggangu proses perkuliah di Unidayan. Sikap pembiaran dalam membentengi diri sendiri tidak boleh dilakukan pihak rektorat, karena secara tidak langsung menginginkan ketidakstabilan itu sendiri. Robert Greene dalam bukunya 48 Hukum Kekuasan menjelaskan bahwa "jangan bangun benteng untuk lindungi diri sendiri, isolasi adalah sesuatu yang berbahaya". Kurang lebih pesan itu dapat dipahami bahwa bertahan bukanlah suatu kesimpulan yang baik melainkan juga menjadi bagian yang dapat menyudutkan serta menghancurkan. Keluar dan hadapi, temui serta jelaskan dari hati-kehati untuk duduk bersama mencari kesimpulan yang baik. Jadikanlah Aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa itu menjadi bahan masukan bagi kelangsungan Unidayan. Tanggapi secara positif lakukan dengan baik karena tantangan selalu menanti kedepannya.

***

Berbuatlah Untuk Menjadi Baik....
Kenalilah Hati Dan Pemikiran Orang Lain. (Robert Greene)

Baubau, 19 Mei 2015

Senin, 11 Mei 2015

PERASAAN YANG KONTRADIKTIF DI HARI WISUDA

Waktu terasa begitu singkat berganti, mimpi selama ini untuk mencapai gelar sarjana akhirnyapun dapat terwujud. Meski 3 kali pelaksanaanya tertunda, pada akhirnya tanggal 11 Mei 2015 Unversitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau melaksanakan perayaan wisudanya yang ke-31 kalinya. Alhamdulillah saya seorang diantara mahasiswa lainnya yang akan di kukuhkan mendapat gelar sarjana. Wisuda kali ini di ikuti oleh  361 Mahasiswa dari 7 fakultas yang ada di Unidayan. Acara berjalan penuh hikmat dan di hadiri oleh unsur Muspida se-jazira Buton Raya diantaranya ialah Bupati Buton Selatan. Suara merdu yang di nyanyikan oleh vokal group semakin menambah semaraknya kegiatan. Apa lagi saat lantunan syair lagu "syukur" karya Husein Mutahar dinyanyikan pada acara ini, hati semakin terhanyut dan larut dalam kesedihan mengingat begitu banyak karunia yang telah di berikan oleh sang pencipta selama ini.  

Suasana kesedihan itu kembali terasa ketika harus mengingat orang yang dicintai tak bisa hadir disaat momen-momen seperti ini. Sosok yang selalu mendukung setiap langkah saya untuk beraktualisasi di dunia kemahasiswaan. Masih jelas terekam dalam ingatan pesan yang pernah disampaikannya, bahwa selama ia mampu membiayai saya untuk sekolah, jangan dulu pernah berfikir untuk cepat selesai jika ilmu yang didapatkan masih belum cukup. Pesan inilah yang tak pernah hilang meskipun pada akhirnya ia harus pergi duluan menghadap sang pencipta sebelum harus melihat anak bungsunya ini mengenakan baju toga sarjananya. Beliau adalah Ayahanda tercinta, sosok inspirasi buat saya yang belum lama ini tutup usia.

Dibalik itu semua, saya yakin terdapat maksud dan pesan yang baik dari takdir-Nya. Kata Hayati Hujan Tak hanya mendatangkan basah,melainkan juga dapat membawa berkah. Letusan Gunung berapi tidak semata-mata hanya dapat merusak tanaman, tetapi juga dapat menyuburkan tanah serta memberi kehidupan yang lebih baik lagi bagi tanaman disekitarnya. Dibalik Kesusahan pasti ada kemudahan (innama al'usri yusran) begitulah janji ALLAH S.W.T yang selalu menjadi kekuatan bagi saya untuk dapat menjadi sosok yang lebih tegar. Bahwa sesungguhnya larut dalam kesedihan bukanlah sebuah pilihan yang baik untuk kedepannya.

Perasaaan senang dan sedih tak dapat dipungkiri berperang begitu hebat di dalam khalbu. Rasa senang tentu pasti ada bagi yang telah menyelesaikan studi, namun perasaan sedihpun juga serta merta tumbuh disaat harus berpisah dengan almamater tempat kami belajar. Perasaan yang kontradiktif itu tak bisa terhindarkan di hati ini karena begitu banyak pengalaman dan pelajaran yang didapatkan selama berada di dunia kemahasiswaan. Secara pribadi saya menyadari bahwa dalam tempo 5 tahun gelar sarjana yang saya peroleh bukanlah waktu yang singkat. Di usia seperti itu semestinya ada banyak pengetahuan yang harus di dapat, namun kenyataannya ilmu yang saya miliki masih begitu rendah. Tetapi perjalanan masih panjang, tak ada kata henti untuk belajar.


Saya menyadari bahwa jumlah putaran waktu tersebut tidak sebanding dengan pengetahuan saya yang masih sangat sederhana. Akibatnya rasa takutpun timbul ketika nantinya sudah berada dilaboratorium yang lebih luas, ilmu yang selama ini didapatkan tidak dapat dipertanggungjawabkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sementara begitu besar harapan masyarakat kecil terhadap jebolan mahasiswa yang dikenal sebagai kaum masyarakat ilmiah. Padahal tidak semua sarjana yang di cetak itu sama seperti yang diharapkan, tetapi begitulah pandangan mereka yang begitu besar memberikan penghargaannya. Untuk menjawab tantangan tersebut, ada subuah pepatah bijak yang harus dipegang oleh para sarjana sehingga dapat menghindar dari citra buruk itu. Seperti yang telah disampaikan perwakilan Kopertis Wilayah 9 dalam menutup sambutannya di acara wisuda kali ini yaitu :

“Berhati-hatilah dengan pikiran anda, karena dapat menjadi  ucapan anda. Berhati-hatilah dengan ucapan anda, karena dapat menjadi tindakan anda. Berhati-Hatilah dengan tindakan anda, karena dapat menjadi kebiasaan anda. Serta berhati-hatilah dengan Kebiasaan anda, karena dapat menjadi Karakter anda”.
***
Terbayang kembali begitu panjang perjalanan yang harus ditempuh dalam mengejar gelar sarjana. Selama di dunia kampus, aktifitas saya banyak dihabiskan hanya untuk bergaul dan bergelut di berbagai kegiatan kemahasiswaan. Orang bilang bahwa mahasiswa tanpa organisasi bagaikan seoarang manusia yang hidup tanpa cinta, dan secara empiris istilah itu benar adanya. Wawasan terasa sempit ketika hanya mengandalkan kuliah didalam ruangan saja, apalagi kualitas dari beberapa dosen yang masih perlu dipertanyakan. Dengan berorganisasi ilmu yang didapatkan dapat di aplikasikan serta dikembangkan dan di ikat melalui praktek dan forum-forum diskusi. Organisasi kemahasiswaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan serta dapat dikatakan pula sebagai bagian dari pendidikan yang non formal. Karakter mahasiswa yang berorganisasi dan non organisasi dapat dibedakan dengan sangat mudah. Biasanya karakter dan pola pikir mereka yang tidak berorganisasi tak ubahnya seorang yang masih berseragam sekolah. Adapun cerita tentang berorganisasi dapat memperhambat kuliah hanyalah bagian dari propaganda untuk membunuh karakter mahasiswa.

Yakin Usah Sampai. . . .